Minggu, 06 Oktober 2013

KISI KISI INDONESIA

PARAGRAF

1. Unsur-unsur paragraf
Sebuah paragraf terdiri dari beberapa unsur, yakni:
A. kalimat utama
B. kalimat penjelas
C. ide pokok/gagasan utama
D. kalimat penegas
E. transisi

2.Ciri Ciri Paragraf
(1) Setiap paragraf mengandung makna, pesan, pikiran, atau ide pokok keseluruhan karangan.
(2) Umumnya paragraf dibangun oleh sejumlah kalimat.
(3) Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi pikiran.
(1) Paragraf adalah kesatuan yang koheren dan padat.
(2) Kalimat-kalimat dalam paragraf tersusun secara logis dan sistematis.
PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
Jenis Paragraf Induktif :
·         Generalisasi
·         Analogi
·         Klasifikasi
·         Perbandingan
·         Sebab akibat

 PARAGRAF DEDUKTIF
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragaraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya. Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum dan disusul dengan penjelasan umum
Paragraf Berdasarkan Gaya atau Corak

1.  Paragraf Kisahan (Narasi)
Paragraf kisahan (narasi) adalah paragraf yang digunakan untuk menceriterakan suatu peristiwa secara kronologis.Contoh:
 2 Paragraf Lukisan (Deskripsi)
Paragraf lukisan (deskripsi) adalah paragraf yang digunakan untuk melukiskan keada-an suatu hal secara rinci
3 Paragraf Paparan (Eksposisi)
Paragraf paparan (eksposisi) adalah paragraf yang digunakan untuk memaparkan atau menguraikan suatu gagasan. Contoh:
4 Paragraf Bahasan (Argumentasi)
Paragraf bahasan (argumentasi) adalah paragraf yang digunakan untuk menyam-paikan alasan dalam rangka memperkuat atau menolak suatu pendapat atau gagasan.

Paragraf Berdasarkan Sifat dan Tujuannya

1. Paragraf Pembuka
Tiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Oleh Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.
2. Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung adalah semua paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup.Inti persoalan yang akan dikemukakan penulisan terdapat dalam paragraf-paragraf ini. Oleh Sebab itu dalam membentuk paragraf-paragraf penghubung harus diperhatikan agar hubungan antara satu paragraf dengan paragraf yang lainnya itu teratur dan disusun secara logis.Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.

3. Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain, paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf penghubung. Apapun yang menjadi topik atau tema dari sebuah karangan haruslah tetap diperhatikan agar paragraf penutup tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak berarti terlalu pendek. Hal yang paling esensial adalah bahwa paragraf itu harus merupakan suatu kesimpulan yang bulat atau betul-betul mengakhiri uraian itu serta dapat menimbulkan banyak kesan kepada pembacanya.


TAJUK RENCANA

Unsur tajuk rencana
tajuk rencana mempunyai beberapa unsur yaitu :
a. Menyatakan suatu pendapat
b. Logis dan sistematis
c. Singkat, padat dan jelas
d. Menarik untuk dibaca
PENGERTIAN TAJUK RENCANA
Tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar.
Adapun ciri-ciri tajuk rencana sebagai berikut.
1.    Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan.
2.    Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat.
3.    Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi tajuk rencana, apabila berita tersebut memberi dampak kepada nasional.
4.    Tertuang pikiran subyektif redaksi.

BAGIAN TAJUK RENCANA
Pada Tajuk rencana terdapat uraian tentang aspek yang menjadi fokus tajuk rencana. Uraian ini lebih tepat jika disebut sebagai bagian-bagian tajuk rencana. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Judul,
2.    Latar belakang masalah,
3.    Tokoh,
4.    Masalah,
5.    Peristiwa yang disampaikan,
6.    Opini penulis,
7.    Saran dan solusi permasalahan,
8.    Kesimpulan,
9.    Sumber berita, dan
10.    Anggota redaksi.


FUNGSI TAJUK RENCANA
Tajuk rencana dalam surat kabar atau majalah mempunyai fungsi:
1.    Sebagai kritik atas ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat, dan
2.    Memberikan wawasan kepada masyarakat atas permasalahan yang sedang hangat terjadi.

JENIS TAJUK RENCANA
Tajuk rencana dapat dikelompokkan menjadi delapan jenis, yaitu sebagai berikut.
1.    Tajuk rencana yang memberikan informasi semata.
2.    Tajuk rencana yang bersifat menjelaskan.
3.    Tajuk rencana yang bersifat memberikan argumentasi.
4.    Tajuk rencana yang menjuruskan timbulnya aksi.
5.    Tajuk rencana yang bersifat jihad.
6.    Tajuk rencana yang bersifat membujuk.
7.    Tajuk rencana yang bersifat memuji.
8.    Tajuk rencana yang bersifat menghibur.

TAHAP MENULIS TAJUK RENCANA
Tahapan-tahapan dalam menulis tajuk rencana adalah.
1.    Pencarian ide dalam topik.
2.    Seleksi dan penetapan topik.
3.     Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis dari keseluruhan uraian tajuk rencana, mengisi topik dengan pendapat-pendapat dari tim editorial.
4.    Pelaksanaan penulisan, ditunjuk satu orang dari tim editorial, gaya bahasa harus selalu sama karena tiap surat kabar atau majalah mempunyai ciri khas masing-masing dalam penulisan tajuk rencananya.


BERITA


PENGERTIAN BERITA
             Berita adalah laporan, karangan, atau informasi mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang terkini (aktual).Suatu peristiwa bisa disebut berita apabila sudah disiarkan, dilaporkan, atau diinformasikan. Berita dalam media cetak dapat dilihat pada surat kabar, tabloid, atau majalah. Di dalam berita,  selalu terdapat informasi. Kita dapat mengetahui informasi tersebut dengan berpegang pada 5W 1H.

SIFAT BERITA
1.   Aktual (baru). Hal-hal yang baru lebih memiliki nilai berita dibandingkan hal-hal yang terjadi sudah lama.
2.   Jarak (jauh/ dekat). Khalayak lebih tertarik akan kejadian yang terjadi di sekitar mereka dibandingkan dengan kejadian di tempat yang lebih jauh.
3.   Penting. Sesuatu menjadi berita saat dianggap penting, karena berpengaruh pada kehidupan langsung, contoh: UU larangan merokok.
4.   Akibat. Sesuatu menjadi berita karena memiliki dampak yang besar, contoh: penayangan film Fitna di situs YouTube.
5.   Pertentangan/ konflik.
6.   Seks. Contohnya seperti perceraian, perselingkuhan, dan lain sebagainya
7.   Ketegangan. Contohnya seperti saat-saat pelantikan presiden.
8.   Kemajuan-kemajuan. Inovasi baru atau perubahan.
9.   Emosi, segala sesuatu yang apabila dikabarkan akan membuat marah, sedih, kecewa. Contohnya: pemberitaan tentang bayi baru lahir yang ditemukan di tempat sampah.
10. Humor.

DISKUSI

Pengertian Diskusi
Diskusi dapat diartikan dengan kegiatan bertukar pikiran secara lisan. Diskusi biasanya dilakukan karena ada masalah atau persoalan yang perlu dibahas dan dipecahkan.
Unsur Dskusi
(1) Unsur manusia, yaitu moderator atau pemimpin diskusi, penyaji/narasumber/ pemrasaran/pembicara, notulis/sekretaris, dan peserta diskusi
Jika diskusi tidak dihadiri pembicara, orang yang bertugas membahas masalah adalah moderator selaku pemimpin diskusi.
(2) Unsur materi, seperti topik diskusi atau permasalahan, dan tujuan atau sasaran.
(3) Unsur fasilitas, seperti ruangan/tempat, perlengkapan, misalnya meja, kursi, papan tulis, dan kertas.
Tujuan Diskusi
mencari solusi atau penyelesaian suatu masalah secara teratur dan terarah.
Manfaat Diskusi
(1) membiasakan sikap saling menghargai
(2) menanamkan sikap demokrasi
(3) mengembangkan daya berpikir
(4) mengembangkan pengetahuan dan pengalaman
(5) mewujudkan proses kreatif dan analitis
(6) mengembangkan kebebasan pribadi
(7) melatih kemampuan berbicara

PIDATO
PENGERTIAN PIDATO
Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.
TUJUAN PIDATO
Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :
1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela.
2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
JENIS PIDATO
Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :
1. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc.
2. Pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
3. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
4. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
5. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
6. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban.

METODE PIDATO
Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidatu di depan umum :
1. Metode menghapal, yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghapalkannya kata per kata.
2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan tehnik serta merta.
3. Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.
PERSIAPAN PIDATO
Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini :
1. Wawasan pendengar pidato secara umum
2. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan
3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti.
4. Mengetahui jenis pidato dan tema acara.
5. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb.
KERANGKA SUSUNAN PIDATO
Skema susunan suatu pidato yang baik :
1. Pembukaan dengan salam pembuka
2. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi
3. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud, tujuan, sasaran, rencana, langkah, dll.
4. Penutup (kesimpulan, harapan, pesan, salam penutup, dll)
UNSUR UNSUR PIDATO
Unsur-unsur dalam berpidato adalah pembicara, bahan/materi pembicaraan, objek atau pendengar, dan tema. Ketiga unsur tersebut saling memengaruhi satu dengan yang lain. Hilangnya salah satu unsur tersebut di atas, akan mengakibatkan ketimpangan dalam berpidato.


SURAT LAMARAN PEKERJAAN

Unsur-unsur surat lamaran;
1.       Tanggal surat
2.       Perihal
3.       Lampiran
4.       Alamat
5.       Tubug surat
a.       Salam pembuka
b.      Kalimat pembuka
c.       Isi
d.      Kalimat penutup
6.       Salam penutup
7.       Nama dan tanggal


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost